|
Ternyata, Mengatasi Asam Urat Bisa dengan
Kulit Manggis
Salah satu penyakit yang kerap mendera mereka yang sudah berumur 40
tahun ke atas adalah gangguan asam urat. Menurut para ahli, penyakit
ini merupakan bagian dari ratusa jenis penyakit rematik. Asam urat
itu sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh, tapi bila kadarnya berlebih,
ia akan tertimbun dalam bentuk kristal asam urat di sendi. Ini dapat
menyebabkan munculnya penyakit artritis, yang disertai gejala nyeri
sendi. Terkadang timbunan kristal asam urat itu berada di ginjal,
yang menyebabkan batu ginjal, yang disertai gejala nyeri pinggang.
Gangguan asam urat erat hubungannya dengan pola makan. Untuk
menghindari atau menurunkan kadar asam urat dalam darah, diperlukan
diit rendah purin. Karena itu, hindarilah mekanan berkadar purin
tinggi (100-1.000 mg/100g), seperti otak, hati, jantung, ginjal,
jeroan, kaldu, daging bebek, ikan sarden, makarel, dan kerang.
Sedangkan makanan yang mengandung purin sedang (9-100 mg/100g)
sebaiknya dibatasi, seperti daging ayam, udang, tahu, tempe,
asparagus, bayam, daun singkong, kangkung, daun melinjo, dan biji
melinjo.
Untuk menghindari dan menanggulangi asam urat berlebih, minum obat
bukanlah solusi yang baik karena obat memiliki efek samping. Yang
lebih baik dikonsumsi adalah antioksidan alami dari tanaman.
Antioksidan secara umum terbagi dua: larut dalam air (hidrofilik)
dan larut dalam lipid (hidrofobik). Vitamin C (asam askorbat) adalah
contoh antioksidan yang larut dalam air, dan vitamin E (tokoferol)
yang larut dalam lemak. Keduanya selama ini dikenal sebagai
antioksidan yang sangat ampuh. Selain keduanya, juga dikenal
antioksidan ampuh lainnya seperti glutation dan melatonin. Dalam
mengatasi berbagai penyakit, termasuk asam urat, antioksidan ini
mencegah terjadinya reaksi oksidasi dalam tubuh yang diakibatkan
oleh radikal bebas penyebab penyakit. Namun, dalam beberapa dekade
belakangan ini, para ahli kesehatan telah menemukan suatu senyawa
nabati alami yang efektivitas dan tingkat antioksidannya lebih
tinggi daripada vitamin C, vitamin E, glutation, dan melatonin.
Senyawa itu bernama xanthone, yang diperoleh dari ekstrak kulit buah
manggis. Xanthone itu bersifat mudah teroksidasi sehingga radikal
bebas akan mengoksidasinya. Terjadi reaksi, yang secara lengkap
tentu sulit dijelaskan di sini. Mekanisme reaksi itu dapat
menghambat kerja radikal bebas. Jadi, oksigen reaktif dari beberapa
radikal bebas dapat dihilangkan oleh xanthone dalam reaksi itu,
sehingga zat yang bermanfaat bagi tubuh dapat berfungsi untuk
memelihara kesehatan, termasuk mencegah asam urat.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi itu, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di
seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita
perlu mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis
dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya
sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di
apotek-apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam
bentuk kapsul ekstrak kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi,
nama produk itu adalah Garcia, bukan xanthone, karena xanthone
adalah nama zat yang terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan
ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa
menghubungi distributor kami di nomor telepon 085224079451 Atau bisa
juga mendapatkannya langsung di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Memakan buah manggis pasti tak asing lagi bagi Anda. Tapi,
memakan kulitnya? Mana mungkin. Sebab, yang kita tahu, kulit buah
manggis adalah limbah, yang mesti dibuang. Tapi, mulai saat ini,
pandangan Anda yang seperti itu perlu dibuang jauh-jauh. Sebab,
ternyata, kulit buah manggis itu lebih bermanfaat ketimbang daging
buahnya. Tak percaya? Baca saja buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi yang diterbitkan oleh APMK Madyacentradifa dan
didistributori PT Gramedia Pustaka Utama. Di buku itu penulisnya,
Kasma Iswari, menyatakan bahwa kulit manggis mengandung sejumlah
unsur makro yang tinggi, seperti air 62,05%, abu 1,01%, lemak 0,63%,
protein 0,71%, total gula 1,17%, dan karbohidrat 35,61%. Tapi,
selain itu, unsur mikronya juga tak kalah pentingnya. Dan unsur
mikro inilah yang memiliki khasiat yang tinggi. Apa saja contohnya?
Hasil penelitian banyak ahli menunjukkan, kulit buah manggis kaya
akan antioksidan, terutama xanthone, antosianin, tanin, dan asam
fenolat. Dan senyawa-senyawa ini mampu menangkal radikal bebas di
dalam tubuh. Atom atau kelompok atom yang dalam keadaan bebas ini
dapat menangkap molekul hidrogen, asam lemak, dan logam berat, yang
memicu aneka penyakit degeneratif pada tubuh.
Penelitian menunjukkan, xanthone memiliki sifat antidiabetes,
antikanker, anti-peradangan, hepatoprotektif, meningkatkan kekebalan
tubuh, aromatase inhibitor, antibakteri, antiplasmodial, antifungi,
dan memiliki aktivitas sitotoksik. Xanthone juga bermanfaat untuk
mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor. Kemampuan antioksidannya
bahkan melebihi vitamin C dan E yang selama ini dikenal sebagai
antioksidan yang paling efektif. Alfa-mangostin dan gamma-mangostin
sebagai turunan xanthone bersifat sebagai antibakteri, dan
efektivitasnya sama dengan antibiotika yang dijual di pasaran.
Gamma-mangostin mempunyai efek antiradang lebih baik daripada obat
anti-inflamasi lain di pasaran. Xanthone juga ampuh untuk mengatasi
penyakit tuberkulosis (TBC), asma, leukimia, serta diare. Selain
antikanker dan antioksidan, xanthone juga mujarab untuk mengatasi
jantung koroner dan meningkatkan daya tahan tubuh, terutama bagi
pengidap HIV/AIDS. Sedangkan antosianin adalah pigmen merah hingga
biru yang tergolong turunan benzopiran. Senyawa ini juga antioksidan
penting dalam mencegah penyakit neuronal, kardiovaskuler, kanker,
dan diabetes. Berikutnya, tanin. Senyawa ini mempunyai rasa sepat
dan terdiri atas berbagai asam fenolat. Zat ini mempunyai aktivitas
antioksidan, menghambat pertumbuhan tumor, dan antidiare.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsung
di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
 Kompasiana pernah memberitakan di akhir November 2011 lalu bahwa
sejumlah peneliti dari perguruan tinggi ternama telah membuktikan
khasiat xanthone, suatu zat pada buah manggis yang berfungsi untuk
menanggulangi berbagai penyakit. Tanaman manggis tumbuh di Asia
Tenggara, yang beriklim tropis, dan dipercaya berasal dari Sumatera.
Tanaman ini tumbuh di hutan hujan sempurna, dan butuh waktu 10 tahun
untuk berbuah. Berbeda dengan buah-buahan lain, manfaat terbesar
buah manggis tak terletak pada daging buahnya, tapi di kulitnya. Di
dalam kulit buah yang disebut pericarp itulah terdapatnya xanthone,
antioksidan tingkat tinggi. Nilainya mencapai 17.000-20.000 orac per
100 ons kulit, lebih besar dari wortel dan jeruk yang hanya 300 dan
2.400. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal dampak
negative radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul yang tak
stabil karena kehilangan elektron. Untuk stabil, ia akan mengambil
elektron dari sel lain dalam tubuh manusia. Dan proses pengambilan
itu menyebabkan kerusakan pada sel sehingga memicu munculnya
penyakit generatif seperti kanker, diabetes, jantung koroner, dan
lain-lain.
Xanthone memiliki gugus hidroksil yang efektif mengikat radikal
bebas dalam tubuh. Xanthone terbentuk sejak buah berumur satu buan
setelah bunga mekar. Saat itu kadar xanthone 14,67 mg/g dan
meningkat sesuai dengan umur buah. Umur empat bulan kadarnya 15,68,
dan menjadi 34,36 jika buah disimpan hingga 4 minggu setelah dipetik.
Kini, berkembang berbagai produk olahannya seperti jus dan food
suplement. Tahun 2006, di Amerika Serikat produk olahan manggis
masuk ke dalam 22 produk dengan penjualan tertinggi. Di Jepang
dikembangkan produk ekstrak campuran xanthone untuk kemoterapi
kanker payudara. Sejumlah peneliti telah membuktikan khasiat zat
tersebut. Sebagai antibakteri dan antijamur diteliti oleh Suksamran,
sebagai antivirus oleh Chen, Vlientinck, dan Ignatushchenko,
sebabgai anti-inflamasi oleh Nakatani, sebagai antileukimia oleh
Matsumo, sebagai antikanker oleh Jamil SERTA Ersam, dan sebagai obat
secara umum oleh Martin, Kanchanapoom, Nakasone, dan Paul. Kasma
Iswari dari BPTP Sumatera Barat meneliti cara mengolah kulit manggis.
Dan perguruan tinggi ternama yang terlibat di bidang ini antara lain
adalah sebagai berikut. Xanthone sebagai anti-inflamasi diteliti
oleh Fakultas Farmasi Universitas Tohoku, Jepang, 2002, sebagai
antiaterosklerosis oleh Jurusan Farmasi Universitas Andalas, Padang,
sebagai pencegah diabetes oleh Fakultas Kedokteran Universitas
California, Amerika Serikat, dan sebagai antikanker oleh Mahindon
University, Thailand, 2004. Institut Internasional Bioteknologi
Gifu, Jepang, dan The National Research Institute of Chinese
Medicine, Taiwan, pun tak mau ketinggalan.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsungdi Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Semua makanan mengandung bakteri. Yang berbeda adalah
banyak-sedikitnya makanan itu terkontaminasi oleh bakteri. Bakteri
yang terdapat pada makanan akan selalu berkembang biak dan
menimbulkan penyakit bila makanan itu tidak diolah dan disimpan
sebagaimana mestinya. Staphylococcus aureus adalah salah satu
bakteri yang banyak terdapat pada makanan. Keracunan oleh bakteri
ini banyak terjadi pada makanan yang dimasak, karena bakteri lain
yang dapat menghambat pertumbuhannya sudah berkurang atau mati oleh
suhu pemasakan. Bakteri ini ada di mana-mana, dan di tubuh manusia
terdapat di kulit tangan, hidung, dan mulut. Dan ia sangat mudah
mengontaminasi. Bakteri ini memproduksi toksin yang stabil terhadap
pemanasan, tahan terhadap aktivitas pemecahan oleh enzim-enzim
pencernaan, dan relatif resisten terhadap pengeringan. Ia juga
memproduksi hemolisin, toksin yang dapat merusak dan memecah sel-sel
darah merah. Substrat yang baik untuk pertumbuhan dan produksi
enterotoksin ialah substrat atau makanan yang mengandung protein
seperti daging, ikan, susu, dan produk olahannya. Sementara itu,
keberadaannya pada makanan tak dapat dideteksi secara visual karena
tak menimbulkan perubahan yang nyata pada makanan. Jika makanan yang
mengandung toksin dari bakteri ini masuk ke dalam saluran pencernaan
dan mencapai usus halus, ia akan merusak dinding usus halus. Masa
inkubasinya pendek, hanya beberapa jam, dan setelah itu muncul
gejala mual, sakit perut, muntah-muntah mendadak, dan/atau disertai
diare, tanpa diikuti demam, pada orang yang memakan makanan itu.
Gejala lainnya adalah sakit kepala, kejang otot perut, kulit dingin,
dan penurunan tekanan darah.
Khasiat xanthone yang dimiliki kulit buah manggis tak hanya
sebagai antioksidan, tetapi juga sebagai anti-inflamasi (anti-peradangan)
dan antibakteri. Bahkan beberapa penelitian juga membuktikan bahwa
xanthone mampu berperan sebagai antiaging alias anti-penuaan dan
antikanker. Ia memiliki sifat antiproliferasi untuk bisa menghambat
pertumbuhan sel kanker, selain juga mampu menghancurkannya. Dan
berkaitan denghan bakteri tadi, xanthone dari kulit buah manggis
juga dikenal memiliki daya antimikroba yang kuat terhadap beberapa
jenis bakteri, dan salah satunya ada lah bakteri Staphylococcus
aureus. Karena bakteri ini resisten terhadap antibiotik metisilin,
tentu mengatasinya dari dalam dengan mengonsumsi xanthone akan lebih
efektif.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsung
di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Di Indonesia, penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor
satu, dan stroke yang kedua. Ishwaral Jialal, seorang peneliti di
Western Medical Center, University of Texas, Dallas, Amerika Serikat,
mengatakan bahwa mengonsumsi 800 IU vitamin E tiap hari selama tiga
bulan dapat memangkas terjadinya osksidasi kolesterol LDL, mencegah
kerusakan pembuluh darah arteri, dan mencegah penyakit jantung
sebanyak 40%. Dan untuk diketahui, penyakit jantung banyak
disebabkan oleh kadar kolesterol yang tinggi. Kolesterol itu banyak
jenisnya. Tiga di antaranya adalah HDL, LDL, dan trigliserida. Yang
biasa menyebabkan penyakit jantung adalah tingginya kadar LDL dan
trigliserida. Kadar LDL dan trigliserida yang tinggi biasanya
disebabkan oleh pola makan yang tak teratur, terutama kebiasaan
makan malam dengan porsi yang cukup banyak. Dan meningkatnya kadar
kedua kolesterol ini bisa jadi disebabkan oleh kelebihan karbohidrat,
lipid, atau yang lainnya. Akibatnya, terjadi penumpukan di pembuluh
darah. Tentu metabolisme, baik metabolisme lipid maupun metabolisme
karbohidrat, akan terganggu. Ini biasanya membuat badan pegal,
dingin, lemas, dan kepala sakit. Dan ini bisa menyebabkan berbagai
gejala penyakit, seperti diabetes mellitus, hipertensi, atau
gangguan jantung.
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa xanthone yang berasal dari
ekstrak kulit buah manggis mampu menurunkan LDL (low density
lipoprotein) alias kolesterol jahat dan trigliserida. Dengan
demikian, zat itu juga mampu mencegah penyakit jantung karena LDL
dan trigliserida merupakan lipid yang bersirkulasi dalam darah dan
berpengaruh terhadap kinerja jantung. Penelitia lain menyatakan,
kandungan trigliserida yang tinggi, yang disebut
hipertrigliseridemia, memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko
penyakit jantung koroner, khususnya pada mereka yang juga menderita
problem kesehatan lain, seperti kencing manis. Kadar HDL (high
density lipoprotein) alias kolesterol baik yang rendah sering muncul
bersamaan dengan trigliserida yang tinggi. Dan ini suatu kombinasi
yang menaikkan risiko jantung koroner. Kombinasi tersebut juga
merupakan bagian sindrom X. Sindrom X, yang kini sedang banyak
dibicarakan kalangan medis, merupakan problem kesehatan serius yang
menyerang seperempat dari populasi usia pertengahan di Amerika
Serikat. Sindrom ini terdiri atas kumpulan gejala-gajala yang antara
lain adalah tingginya kadar trigliserida, rendahnya level HDL,
tingginya tekanan darah, dan mencuatnya kadar gula darah. Hasil
penelitian Jiang tahun 2004 dan Nakatani tahun 2002 melaporkan,
xanthone bisa digunakan sebagai obat penyakit jantung dan
menurunkan lipopolisakarida.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsung
di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Garcia, Kapsul Ekstrak Kulit Manggis untuk Menurunkan Kadar Gula
Darah
Xanthone yang terdapat dalam kulit buah manggis mampu menurunkan
gula darah pada penderita kencing manis alias diabetes. Berdasarkan
hasil pengujian dr. Purwati, seorang praktisi kesehatan di Jakarta,
terhadap tujuh pasien penderita kencing manis selama sepuluh hari
mengonsumsi ekstrak kulit buah manggis, terbukti ekstrak yang
bernama Garcia ini mampu menurunkan gula darah mereka dari 205,0
menjadi 119,86 mg/dl. Tapi, penurunan itu bervariasi. Ini disebabkan
oleh berbedanya respons sistem metabolisme tubuh tiap-tiap pasien
terhadap ekstrak yang diberikan. Di samping itu, ia juga tergantung
pada kadar gula awal pasien. Bila gula darah sudah normal, xanthone
mampu mempertahankannya karena ia berfungsi memperlancar metabolisme.
|
No |
Nama |
Gula Darah Puasa (mg/dl) |
Gula Darah 2 Jam PP * (mg/dl) |
|
|
|
Sebelum |
Sesudah |
Sebelum |
Sesudah |
|
1 |
Tn. A |
178 |
126 |
413 |
261 |
|
2 |
Tn. E |
184 |
127 |
253 |
215 |
|
3 |
Ny. E |
681 |
187 |
786 |
509 |
|
4 |
Ny. R |
86 |
94 |
218 |
302 |
|
5 |
Ny. R |
137 |
137 |
165 |
165 |
|
6 |
Ny. T |
88 |
88 |
99 |
98 |
|
7 |
Ny. Y |
81 |
80 |
77 |
79 |
|
|
Rata2 |
205 |
119,86 |
287,29 |
232,71 |
Keterangan: *PP = Postprandial (setelah makan)
Kadar gula darah Ny. T sebelum mengonsumsi ekstrak tergolong
normal, yaitu 88 mg/dl (rujukannya <140 mg/dl). Dan setelah
mengonsumsi ekstrak itu, kadarnya tetap 88. Demikian juga dengan Ny.
R. Namun, tak demikian dengan Ny. E. Kadar gula darahnya saat
berpuasa 681. Setelah mengonsumsi ekstrak turun menjadi 187. Dan
kadar gula darahnya setelah makan turun dari 786 menjadi 509.
Penyebabnya adalah karena Nyonya E benar-benar memiliki kadar gula
darah yang tinggi, dan xanthone yang terdapat dalam ekstrak itu
mampu menurunkannya.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian me minum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsung
di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Penuan dini sangat ditakuti manusia. Betapa tidak. Karena,
masalah yang satu ini amat erat kaitannya dengan penampilan,
terutama di wajah. Lawan dari penuaan dini itu adalah awet muda.
Musuh awet muda adalah radikal bebas, yang rajin menyerang kulit.
Kulit yang tidak mulus disebabkan oleh kolagen yang berkurang akibat
serangan radikal bebas itu. Dalam tubuh, terdapat molekul oksigen:
yang stabil dan yang tidak. Bila ia memiliki dua elektron, ia akan
stabil. Bila satu atau tiga, ia tak stabil karena ada elektron yang
bebas bergerak. INilah yang disebut radikal bebas. Molekul ini akan
selalu mencari tambahan elektron dari yang stabil, sehingga ia akan
merusak yang sudah stabil. Inilah yang menyebabkan terjadinya
penuaan dini. Yang memicu munculnya radikal bebas adalah: Pertama,
sinar ultraviolet, yang dapat merusak pembuluh darah kulit dan
menimbulkan pigmentasi. Kedua, stres serta kegalauan pikiran. Ketiga,
gaya hidup. Mereka yang suka merokok, meminum alkohol, dan begadang
rentan terhadap penuaan dini. Untuk menangkal radikal bebas,
dibutuhkan antioksidan. Dan salah satu antioksidan ampuh adalah yang
terdapat di kulit manggis.
Kulit manggis mengandung xanthone. Senyawa ini merupakan
bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antialergi,
antitumor, antihistamin, dan anti-inflamasi. Molekul bioaktif ini
memiliki struktur cincin 6 karbon dan kerangka karbon rangkap,
sehingga sangat stabil. Di alam, terdapat 200 jenis xanthone dan 50
di antaranya terdapat di kulit manggis. Jenis xanthone yang paling
banyak punya efek farmakologis adalah alfamangostin, betamangostin,
dan garcinon-E. Alfamangostin mengaktifkan sistem kekebalan tubuh
dengan merangsang sel pembunuh alami yang bertugas membunuh sel
kanker dan virus. Mangostin bersama gammamangostin berperan sebagai
antioksidan yang sanggup mencegah aktivitas HIV-1. Kandungan
antioksidan kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali kulit jeruk.
Sebagai antioksidan, xanthone memiliki gugus hidroksida yang efektif
mengikat radikal bebas penyebab rusaknya sel tubuh. Sebagai
antiaging (anti-penuaan dini), xanthone dapat membuat kulit menjadi
awet muda. Penelitian membuktikan, mengonsumsi xanthone 30 hari
berturut-turut dapat membuat wajah terlihat lebih muda. Xanthone
dapat berfungsi sebagai antiaging karena ia menghalangi
teroksidasinya vitamin-vitamin dan asam lemak tak jenuh, yang
merupakan penyusun dinding sel saraf. Dan ini tentu akan menghambat
kerusakan jaringan sel-sel yang menyebabkan kulit menjadi keriput
karena kehilangan elastisitas.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsung
di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Sejumlah penelitian yang dilakukan oleh para ahli, baik ahli
kesehatan maupun teknologi pangan, menyimpulkan bahwa kulit buah
manggis mengandung suatu senyawa alami yang amat besar perannya
sebagai zat anti-inflamasi. Dan zat itu bernama xanthone. Tapi, apa
itu yang dimaksud dengan zat anti-inflamasi? Yang dimaksud dengan
zat anti-inflamasi adalah semua zat yang dapat mencegah terjadinya
peradangan dalam tubuh yang disebabkan oleh sel kanker atau sel
tumor. Oleh karena itu, di bidang farmasi, buah manggis telah
digunakan sebagai obat. Dan ini sesuai dengan hasil penelitian
sejumlah pakar luar negeri seperti Kanchanapoom tahun 1998, Martin
tahun 1980, serta Nakasone dan Paul tahun 1998. Selanjutnya, tahun
2002, Nakatani dari Departemen Farmasi Universitas Tohoku, Jepang,
melaporkan hasil penelitiannya pada sel tikus, bahwa 5 microgram
gamma-mangostin mampu menghentikan inflamasi alias peradangan dengan
cara menghambat produksi enzym cyclooxygenase -2 penyebab inflamasi.
Bahkan, senyawa ini mempunyai efek anti-inflamasi yang lebih baik
daripada obat anti-inflamsi yang dijual di pasaran. Tahun 2003,
Matsumo dari Institut Internasional Bioteknologi Gifu, Jepang,
melaporkan bahwa 10 mikron/ ml alpha–mangostin yang diisolasi dari
kulit buah manggis mampu menghambat sel leukimia HL60 pada manusia.
Dan untuk diketahui, senyawa-senyawa tersebut adalah turunan
xanthone yang diperoleh dari kulit manggis.
Kulit manggis mengandung antioksidan 17.000-20.000 orac per 100
ounce. Padahal, bahan lain berkadar antioksidan tinggi, seperti
wortel dan jeruk, hanya 300 dan 2.400. Orac adalah singkatan dari
oxygen radical absorbance capasity, yakni kemampuan antioksidan
menetralkan radikal bebas penyebab penyakit. Karena itu, xanthone
mampu menjadi pelindung sel pada proses oksidasi, penuaan, atau
perusakan oleh radikal bebas. Sifat antioksidannya melebihi vitamin
E dan vitamin C. Itulah sebabnya xanthone dapat berperan sebagai
antilelah, anti-inflamasi, antiaging, antiparkinson, antialergi,
antialzheimer, dan membantu tubuh menurunkan gula darah, menururnkan
kolesterol, menurunkan tekanan darah, melindungi jantung, mencegah
kebutaan, serta mencegah infeksi oleh bakteri, virus, dan jamur.
Pada tahun 2002 ditemukan fakta bahwa xanthone efektif menghambat
kanker hati, kanker lambung, dan kanker paru. Seorang peneliti
Thailand, 2004, menemukan, pericarp kulit buah manggis efektif
melawan kanker payudara. Dan khasiatnya jauh lebih efektif daripada
obat.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsung
di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Kelelahan fisik disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya
adalah kekurangan tiroid, depresi, anemia, kurang tidur, dehidrasi,
dan kekurangan energi. Dan itu terjadi akibat tak sebandingnya
energi yang diterima tubuh dengan energi yang dikeluarkan. Perlu
diketahui, pasokan energi utama berasal dari makanan dan minuman
yang kaya dengan karbohidrat, protein, dan lemak. Energi dihasilkan
dari proses perombakan zat-zat itu menjadi zat-zat yang mudah
dicerna tubuh dengan bantuan enzim, vitamin, dan mineral sebagai
sumber ion. Bila salah satu dari zat-zat tersebut tidak berfungsi,
perombakan akan terhalang sehingga proses metabolime tubuh akan
terganggu. Salah satu contohnya adalah tiroid, yang merupakan
kelenjar kecil di pangkal leher. Organ ini berfungsi mengendalikan
metabolisme dan mengatur kecepatan tubuh mengubah makanan menjadi
energi. Ketika kelenjar ini tidak berfungsi dengan baik dan
fungsi-fungsi metabolisme berjalan lambat, tubuh akan lemas dan
menjadi gemuk. Tidak berfungsinya kelenjer tiroid disebabkan
kekurangan vitamin atau enzim tertentu. Kekurangan vitamin
disebabkan asupan vitamin berkurang lantaran adanya radikal bebas,
sehingga tubuh menjadi gampang lelah, lalu muncul aneka penyakit.
Kondisi itu membutuhkan antiokosidan yang kuat. Dan antioksidan yang
kuat serta mampu melawan radikal bebas itu adalah xanthone. Tapi,
dari mana ia bisa didapat?
Indonesia kaya dengan aneka ragam hayati. Dan di antara hayati
yang beragam itu ada tanaman. Lalu, di antara tanaman yang beragam
itu ada buah. Sejak dulu, manusia sudah doyan memakan buah, dan
manusia sudah lama tahu bahwa buah sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Karena itu, manusia berbondong-bondong mencari buah. Manusia
berbondong-bondong membeli buah. Sehingga buah menjadi makanan
favorit yang tak bisa ditiadakan. Dan, salah satu buah itu adalah
manggis (Garcinia mangostana L.). Manggis merupakan salah satu dari
sekian banyak komoditas ekspor Indonesia. Tahun 2006 saja, volume
ekspornya hampir mencapai enam juta ton, dengan nilai ekspor
US$3.611.995. Namun, jumlah itu ternyata dinilai sangat sedikit, tak
sampai 10% dari total produksinya. Oleh sebab itu, dicarikan
solusinya. Dan salah satunya adalah dengan memperbaiki penanganan
pascapanennya. Maka, sejalan dengan perkembangan teknologi, orang
mencari zat-zat alami yang terdapat di dalam buah itu, yang dapat
dimanfaatkan untuk memelihara kesehatan. Ternyata, buah itu kaya
dengan zat gizi yang terbilang ajaib, yang bernama xanthone itu,
yang dapat mencegah berbagai penyakit. Dan, xanthone itu banyak
terdapat pada kulitnya.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsungdi Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Semua Anda yang membaca tulisan ini pasti pernah memakan buah
manggis. Kalaupun ada segelintir yang belum, melihatnya pasti pernah.
Tapi, pernahkah Anda berpikir untuk memakan kulit buahnya? Boro-boro!
Padahal, komponen buah manggis yang paling besar adalah kulitnya,
yakni 70-75%. Sedangkan daging buahnya hanya 10-15%, dan biji 15-20
%. Menurut hasil penelitian Ir. Kasma Iswari, tahun 2005, kandungan
xanthone tertinggi terdapat dalam kulit buahnya, 107,76 mg per 100
gram kulit buah. Tapi, apa itu xanthone? Xanthone adalah zat kimia
alami yang tergolong senyawa polyphenolic, yang tak ditemui pada
buah-buahan lain. Karena itu, di dunia medis dan farmasi, manggis
dijuluki Queen of Fruits. Tapi, apakah hanya xanthone yang dikandung
kulit itu? Ternyata, tidak. Seperti dilaporkan peneliti bernama
Moongkarndi tahun 2005, kulit buah manggis juga mengadung catechin,
potassium, kalsium, fosfor, besi, vitamin B1, vitamin B2, vitamin
B6, dan vitamin C.
Xanthone ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Jerman tahun 1855.
Zat ini dikenal sebagai antioksidan tingkat tinggi dan bahan aktif
yang stabil dalam keadaan panas ataupun dingin, termasuk ketika di
dalam tubuh manusia. Kulit manggis mengandung antioksidan 17.000
hingga 20.000 orac per 100 ounce. Padahal, bahan lain berantioksidan
tinggi, seperti wortel dan jeruk, masing-masingnya hanya 300 dan
2.400 orac.Orac adalah singkatan dari oxygen radical absorbance
capasity, yakni kemampuan antioksidan menetralkan radikal bebas
penyebab penyakit, seperti gangguan jantung, stroke, diabetes, dan
kanker. Karena sifatnya itu, xanthone mampu menjadi pelindung bagi
sel-sel tubuh kita pada proses oksidasi, proses penuaan, atau prose
perusakan sel tubuh oleh radikal bebas. Ia juga berkhasiat sebagai
antibakteri, antiinfeksi, antiradang, antilelah, antiinflamasi,
antiaging, antiparkinson, antialzheimer, dan antialergi. Pada tahun
2002, seorang ilmuwan menemukan, xanthone efektif untuk menghambat
kanker hati, kanker lambung, dan kanker paru. Bahkan, khasiatnya
jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan obat kanker. Penelitian
di Mahindon University, Thailand, 2004, menunjukkan bahwa pericarp
manggis sangat efektif melawan kanker payudara pada manusia. Di
tahun 2010 yang lalu, seorang dokter di Jakarta mengujikan kapsul
buah manggis kepada sejumlah pasiennya yang menderita kolesterol
tinggi, asam urat tinggi, dan kadar gula tinggi. Ternyata, setelah
mereka mengonsumsi kapsul itu dalam satu bulan setiap hari, semua
kandungan darah mereka itu menurun dan menjadi normal kembali. Jadi,
amatlah wajar bila lagu Hitam-hitam si Buah Manggis tetap laris dari
dulu hingga sekarang.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsung
di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Xanthone Ekstrak Kulit Manggis Dapat Menurunkan Kolesterol Total
Darah
Mulai saat ini, jika Anda memakan buah manggis, jangan lagi membuang
kulitnya. Karena justru kulitnya itu yang punya khasiat tinggi.
Kulit ini kaya dengan zat yang disebut xanthone, yang nyaris tak
ditemukan pada buah lain. Selain itu, kulit manggis juga mengadung
katekin, potasium, kalsium, fosfor, besi, vitamin B1, vitamin B2,
dan vitamin B6, yang juga amat dibutuhkan tubuh. Xanthone itu bisa
menjadi pelindung sel pada proses penuaan atau perusakan oleh
radikal bebas. Sifat antioksidannya melebihi vitamin E dan C. Karena
itu, ia berperan sebagai antilelah, anti-inflamasi, anti-penuaan,
antiparkinson, antialergi, dan membantu tubuh menurunkan gula darah,
tekanan darah, kolesterol darah, serta melindungi jantung, mencegah
kebutaan, dan mencegah infeksi oleh bakteri, virus, dan jamur. Pada
tahun 2002 ditemukan fakta bahwa xanthone efektif menghambat kanker
hati, lambung, paru, dan payudara.
Xanthone mampu menurunkan kadar kolesterol total darah. Hasil
pengujian dr. Purwati, seorang dokter di Jakarta, menunjukkan,
kolesterol rata-rata 7 pasiennya 201,85 mg/dl sebelum mengonsumsi
ekstrak kulit buah manggis. Tapi setelahnya turun menjadi 176,86.
Normalnya <200. Dalam hal ini, xanthone berhasil menormalkan kadar
kolesterol pasien, seperti terlihat pada tabel. Pengaruhnya semakin
nyata pada kadar trigliserida. Sebelum mengonsumsi ekstrak itu,
trigliserida rata-rata mereka 245,43. Setelah mengonsumsi turun
menjadi 112,29. Padahal, normalnya hanya <150 mg/dl.
|
No |
Nama |
Kolesterol Total (mg/dl) |
Trigliserida (mg/dl) |
|
|
|
Sebelum |
sesudah |
sebelum |
Sesudah |
|
1 |
Tn. A |
162 |
147 |
89 |
63 |
|
2 |
Tn. E |
252 |
156 |
1047 |
230 |
|
3 |
Ny. E |
271 |
208 |
235 |
101 |
|
4 |
Ny. R |
135 |
143 |
75 |
84 |
|
5 |
Ny. R |
157 |
157 |
151 |
151 |
|
6 |
Ny. T |
228 |
224 |
53 |
65 |
|
7 |
Ny. Y |
208 |
203 |
68 |
92 |
|
|
Rata2 |
201,86 |
176,86 |
245,43 |
112,29 |
Bila
ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis tersebut,
Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat
Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia.
Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya
dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian
meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di
Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsung
di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Garcia, Kapsul Ekstrak Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi
Anda pasti mengenal buah manggis, bukan? Ya. Dan, bagaimana
rasanya? Tentu enak, manis, dan menggemaskan. Lalu, apakah Anda
pernah memakannya sampai dengan kulit-kulitnya? Pasti Anda akan
menjawab, hanya orang bodoh yang memakan seperti itu. Tapi, Anda
jangan tergesa-gesa begitu dong menuduh mereka itu bodoh. Mengapa?
Karena, pada buah manggis, justru kulit buahnya itulah yang punya
khasiat paling tinggi. Tak percaya? Ikutilah penjelasan berikut ini.
Bagi Indonesia, buah manggis merupakan salah satu komoditas ekspor.
Tapi, hingga saat ini, jumlah ekspornya tak sampai 10% dari total
produksi. Jadi, masih tergolong sangat rendah. Sementara di dalam
negeri, yang dimanfaatkan orang hanya daging buahnya. Sedangkan
kulitnya dibuang karena dianggap tak bernilai. Tapi, sejalan dengan
perkembangan ilmu dan teknologi, orang lalu mencari zat-zat alami
pada buah itu yang berkhasiat untuk kesehatan. Ternyata, buah ini
sangat kaya dengan zat ajaib yang disebut xanthone, yang dapat
mencegah berbagai penyakit. Terdapatnya justru di kulit buahnya itu.
Dan, zat ini tak ditemukan di buah-buahan lain. Karena itu, di
kalangan medis dan farmasi, manggis dijuluki queen of fruits alias
ratu segala buah. Selain itu, kulit manggis juga mengadung katekin,
potasium, kalsium, fosfor, besi, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin
B6. Semua ini amat dibutuhkan tubuh.
Xanthone ditemukan ilmuwan Jerman tahun 1855. Ia dikenal sebagai
antioksidan tingkat tinggi dan bahan aktif yang stabil dalam keadaan
panas atau dingin, termasuk di dalam tubuh manusia. Kulit manggis
mengandung antioksidan 17.000-20.000 orac per 100 ounce. Padahal,
bahan lain berkadar antioksidan tinggi, seperti wortel dan jeruk,
hanya 300 dan 2.400. Orac adalah singkatan dari oxygen radical
absorbance capasity, yakni kemampuan antioksidan menetralkan radikal
bebas penyebab penyakit. Karena itu, xanthone mampu menjadi
pelindung sel pada proses oksidasi, penuaan, atau perusakan oleh
radikal bebas. Sifat antioksidannya melebihi vitamin E dan vitamin
C. Itulah sebabnya xanthone dapat berperan sebagai antilelah, anti-inflamasi,
antiaging, antiparkinson, antialergi, antialzheimer, dan membantu
tubuh menurunkan gula darah, menururnkan kolesterol, menurunkan
tekanan darah, melindungi jantung, mencegah kebutaan, serta mencegah
infeksi oleh bakteri, virus, dan jamur. Pada tahun 2002 ditemukan
fakta bahwa xanthone efektif menghambat kanker hati, kanker lambung,
dan kanker paru. Seorang peneliti Thailand, 2004, menemukan,
pericarp kulit buah manggis efektif melawan kanker payudara. Dan
khasiatnya jauh lebih efektif daripada obat.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsung
di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
Salah satu penyakit yang banyak diidap masyarakat adalah diabetes
mellitus. Istilah diabetes berasal dari bahasa Yunani, yang artinya
mengalir terus, dan mellitus dari bahasa Latin, yang artinya manis
atau madu. Jadi, air kencing penderita diabetes biasanya mengalir
terus dan berasa manis. Rasa manis itu disebabkan meningkatnya kadar
gula darah, yang disebut hiperglikemia. Tapi, penyakit ini punya
beberapa jenis. Tipe 1 menyerang anak-anak dan orang muda. Ini
disebabkan faktor genetik atau kesalahan tubuh membangun kekebalan.
Penderitanya sangat bergantung kepada pasokan insulin seumur hidup.
Tipe 2 diakibatkan sel tubuh tidak mampu merespons kerja insulin
sebagaimana mestinya. Penyebabnya adalah kekeliruan dalam mengurus
tubuh. Jenis ini lebih mudah ditangani karena tubuh masih
memproduksi insulin. Tipe 3 sering dialami wanita hamil. Ini terjadi
karena perubahan hormon, dan biasanya hilang sendiri begitu
persalinan usai. Tipe 4 disebabkan sindrom tertentu. Penyebabnya
adalah alkohol, obat-obat kimia tertentu, atau infeksi. Ini juga
bisa disembuhkan.
Sekitar 90% kasus diabetes di dunia ini adalah Tipe 2. Awalnya, tipe
ini banyak menyerang mereka yang berusia di atas 40 dan lelaki, tapi
kini ia tak lagi mengenal usia dan kelamin. Kadang-kadang, penderita
diabetes sering mual-mual dan shock. Kadang-kadang terjadi pembekuan
darah otak dan penyakit jantung koroner. Dan penderita diabetes
berpotensi dua kali lebih mudah terserang penyakit ini. Bila ini
terjadi, penderita bisa kena stroke atau gagal ginjal. Penderita
diabetes 17 kali lipat lebih mudah terkena ini, dan 25 kali lipat
terkena kebutaan ketimbang orang normal. Ada lagi yang lain: gangren
dan impotensi. Penderita diabetes lebih mudah terkena ini sekitar 5
kalinya. Dan menurut data WHO, badan PBB untuk kesehatan, setiap
sepuluh detik satu orang meninggal dunia karena penyakit ini. Lalu,
apa yang harus dilakukan? Selain minum obat, ada yang lebih aman,
yakni dengan menggunakan senyawa alami yang terdapat dalam kulit
buah manggis, yang bernama xanthone. Senyawa ini dikenal sebagai
antioksidan tingkat tinggi dan bahan aktif yang stabil di dalam
tubuh manusia. Kulit manggis mengandung antioksidan 17.000-20.000
orac per 100 ounce. Padahal, bahan lain berantioksidan tinggi,
seperti wortel dan jeruk, hanya 300 dan 2.400. Karena itu, xanthone
mampu menjadi pelindung sel pada proses oksidasi, penuaan, atau
perusakan oleh radikal bebas. Sifat antioksidannya melebihi vitamin
E dan vitamin C. Itulah sebabnya xanthone dapat berperan sebagai
antilelah, anti-inflamasi, antiaging, antiparkinson, antialergi,
antialzheimer, dan membantu tubuh menururnkan kolesterol, menurunkan
tekanan darah, dan menurunkan gula darah bagi penderita diabetes.
Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis
tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis
Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh
Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu
mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu
untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah
ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan
toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak
kulit manggis. Namanya Gracia. Sekali lagi, nama produk itu adalah
Gracia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang
terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis
pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di
nomor telepon 085224079451 Atau bisa juga mendapatkannya langsung
di Apotek Mitra Medika Jl. Re
Martadinata Ancaran Kuningan, Apotek Sudirman, Jl. Jend.Sudirman
depan RSU 45 Kuningan, Apotek Aini Jl Raya Luragung Kuningan, Apotek
Enggal Sehat Jl, Raya Kasab Mandirancan Kuningan, Apotek Cilimus Jl.
Raya Cilimus Kuningan, Apotek Darma Jl. Raya Darma Kuningan Apotek
Amalgaa Jl Raya Bandorasa Kuningan,Apotek Bojong Farma Jl. Raya
Bojong Serang Kuningan, Apotek Nero Jl. Raya Jalaksana Kuningan,
Apotek Afika Farma Jl. Raya Jalaksana Kuningan
SILAHKAN
DATANG, BELI DAN
RASAKAN
KHASIATNYA
DI APOTIK
WILAYAH KUNINGAN DIBAWAH INI |